Rabu, 09 Oktober 2019

Perbedaan Al-Qur’an Cetakan Arab dan Cetakan Indonesia

 

Sempat ragu dan kaku ketika pertama kali baca Al-Qur’an cetakan dari Arab sana. Maklum sudah terbiasa dengan Al-Qur’an standar Indonesia. Hehe. Memang ada perbedaan dari tanda harakat, sukun, waqaf antara Al-Qur’an cetakan Arab dan Indonesia. Namun bunyinya sama kok. Hanya sedikit teknis penulisan saja yang berbeda.

Yang dimaksud dengan Al-Qur’an cetakan Arab di sini adalah Al-Qur’an dari Percetakan milik Kerajaan Arab Saudi di Madinah. Kalau Al-Qur’an cetakan Indonesia adalah Al-Qur’an dari percetakan dari kemenag atau swasta yang telah melalui pentashihah dari lajnah pentashih.

Berikut perbedaan tanda baca dari Al-Qur’an cetakan Arab dan Indonesia disertai dengan perbandingan dari keduanya. Contoh sebelah atas menunjukkan cetakan Arab dan sebelah bawah adalah cetakan Indonesia.

#Tanda seperti bulan sabit
Tanda bulan sabit di atas huruf itu menunjukkan sukun yang dibaca izhhar. Contoh: 


#Huruf wawu dan ya’ yang tidak berharakat
Kalau ada wawu dan ya’ yang tidak ada harakatnya menunjukkan hukum mad. Kalau di Al-Qur’an Indonesia ada sukunnya. Contoh: 


#Tanpa harakat dengan tasydid huruf setelahnya

Menunjukkan idgham kamil. Idgham kamil itu meleburkan huruf ke huruf yang setelahnya baik makhraj maupun sifatnya. Contoh:



Kalau di Al-Qur’an Indonesia terdapat ada sukunnya.

#Tanpa harakat dengan tidak ada tasydid huruf setelahnya
Menunjukkan idgham naqish atau ikhfa’. Idgham naqish itu meleburnya huruf dalam makhraj namun sifatnya masih ada. Contoh: 


#Tanwin sejajar
Itu berarti hukumnya izhhar. Contoh:


#Tanwin Yang Berjenjang
Apabila huruf setelahnya bertasydid itu artinya terdapat hukum idgham kamil. Contoh:


Dan apabila huruf setelah tanwin yang berjenjang tidak ada tasydid itu artinya ada hukum idgham naqish atau ikhfa’. Contoh: 


#Mim Kecil
 (ekornya ke bawah)
Mim kecil yang terdapat di atas nun mati atau di samping harakat menunjukkan hukum iqlab. Ketika iqlab, kalau di Indonesia ditulis dengan tanwin tapi yang dari Arab menggunakan harakat tunggal. Contoh: 


#Huruf Kecil

Menunjukkan huruf yang ada dalam bacaan namun tidak ada dalam tulisan. Kalau di Al-Qur’an Indonesia tidak ditulis sama sekali namun dibedakan dari bentuk harakatnya. Contoh:


#Huruf Sin Di Atas Shad
Berarti shad tersebut dibaca sin dalam qiraat Hafsh. Contoh:

 
#Huruf Sin Di Bawah Shad
Berarti shad tersebut boleh dibaca shad atau sin namun lebih masyhur dilafalkan dengan shad. Contoh: 


#Titik Besar

Menunjukkan bacaan imalah, isymam, dan tashil.


#Huruf Sin Di Akhir Kata/Kalimat
Menunjukkan saktah. Contoh:


#Mad Badal


#Huruf Ya’ Tanpa Titik
Dalam Al-Qur’an cetakan Madinah, huruf ya’ yang berada di ujung kata ditulis tanpa titik.


#Penulisan Hamzah
Dalam menulis hamzah qatha yang berbentuk alif, maka disertakan bentuk hamzahnya.


Sedangkan hamzah washal ditulis dengan menambahkan kepala shad diatas alif/hamzah. 


#Penulisan Nun Kecil

Huruf nun kecil berguna sebagai penyambung antara tanwin dengan huruf sukun. Kalau di Al-Qur’an cetakan Arab ditulis biasa. Contoh: 


#Tanda Bulat Kecil

Tanda bukat kecil di atas salah satu huruf illat artinya huruf itu tidak dibaca ketika waqaf maupun washal. Contoh:  


#Tanda Lonjong/Oval

Di atas alif menunjukkan dibaca ketika waqaf dan tidak dibaca ketika washal. Contoh:


#Al-Jin ayat 16
Perbedaannya pada huruf nun, di Al-Qur’an Arab dihilangkan huruf nunnya.


#Al-Anbiya’ 88
Perbedaannya pada huruf nun, di Al-Qur’an Arab menggunakan nun kecil


#Penempatan Tanda Waqaf
Penempatan tanda waqaf juga berbeda. Contoh di surat An-Nashr


Kalau cetakan Indonesia seperti ini:


Jadi mulai sekarang, faham kan????

QS AN NISA:82

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.


Sumber: